Sekilas Kota Medan

SEJARAH

Medan didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1590. John Anderson, orang Eropa pertama yang mengunjungi Deli pada tahun 1833 menemukan sebuah kampung yang bernama Medan. Kampung ini berpenduduk 200 orang dan dinyatakan sebagai tempat kediaman Sultan Deli. Pada tahun 1883, Medan telah menjadi kota yang penting di luar Jawa, terutama setelah pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1863 mulai membuka kebun Tembakau yang sempat menjadi primadona Tanah Deli. Sejak itu perekonomian terus berkembang sehingga Medan menjadi Kota pusat pemerintahan dan perekonomian di Sumatera Utara.

Sesuai dengan dinamika pembangunan kota, luas wilayah administrasi Kota Medan telah melalui beberapa kali perkembangan. Perkembangan terakhir berdasarkan Surat Keputusan Gubernur KDH Tingkat I Sumatera Utara Nomor 140.22/2772.K/1996 tanggal 30 September 1996 tentang 7 Kelurahan di Kotamadya Daerah Tingkat II Medan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 tahun 1992 tentang Pembentukan Beberapa Kecamatan di Kotamadya Daerah Tingkat II Medan, secara administrasi Kota Medan dimekarkan kembali, dibagi atas 21 Kecamatan yang mencakup 151 Kelurahan. Berdasarkan perkembangan administratif ini Kota Medan kemudian tumbuh secara geografis, demografis dan sosial ekonomis.

 

GEOGRAFI

Kota Medan memiliki luas 26.510 hektar (265,10 km²) atau 3,6% dari keseluruhan wilayah Sumatera Utara. Dengan demikian, dibandingkan dengan kota/kabupaten lainya, Medan memiliki luas wilayah yang relatif kecil dengan jumlah penduduk yang relatif besar. Secara geografis kota Medan terletak pada 3° 30′ – 3° 43′ Lintang Utara dan 98° 35′ – 98° 44′ Bujur Timur. Untuk itu topografi kota Medan cenderung miring ke utara dan berada pada ketinggian 2,5 – 37,5 meter di atas permukaan laut.

Secara administratif, batas wilayah Medan adalah sebagai berikut:
Utara berbatasan dengan Selat Malaka
Selatan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang
Barat  berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang
Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang

Secara geografis Medan didukung oleh daerah-daerah yang kaya sumber daya alam, seperti Deli Serdang, Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain. Kondisi ini menjadikan kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan, saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya.

Di samping itu sebagai daerah pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, Medan memiliki posisi strategis sebagai gerbang (pintu masuk) kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Posisi geografis Medan ini telah mendorong perkembangan kota dalam dua kutub pertumbuhan secara fisik, yaitu daerah Belawan dan pusat Kota Medan saat ini.

Selain itu, untuk mencegah banjir yang terus melanda beberapa wilayah Medan, pemerintah telah membuat sebuah proyek kanal besar yang lebih dikenal dengan nama Medan Kanal Timur.

 

IKLIM

 

 

 

DEMOGRAFI 

 

 

 

PEMERINTAHAN

Kota Medan dipimpin oleh seorang Walikota Drs. H. T. Dzulmi Eldin, MSi, dan Wakil Walikota Ir. Akhyar Nasution.

Kota Medan terdiri dari 21 Kecamatan dan 151 Kelurahan.

 

KEAMANAN

Markas Polisi Daerah (Mapolda) Sumatera Utara dan Markas Kodam I Bukit Barisan terdapat di Kota Medan

 

ETNIS

Berbagai suku etnis mayoritas yang ada di Kota Medan:

  • Jawa
  • Tapanuli
  • Melayu
  • Tionghoa
  • Mandailing
  • Minangkabau
  • Karo
  • Aceh

 

AGAMA

Berbagai agama di Kota Medan:

  • Islam
  • Kristen Protestan
  • Katolik
  • Budha
  • Hindu
  • Konghucu

 

Lihat informasi lain tentang Kota Medan di situs Pemko Medan

Lihat informasi lain tentang Kota Medan di Wikipedia

 

 

Mengapa Medan…?

1. Berada dekat dengan Thailand-Malaysia-Singapura
2. Berada di jalur perdagangan yang sibuk, Selat Malaka
3. Dikelilingi daerah penghasil sumber daya alam dan tenaga kerja potensial
4. Pintu gerbang perekonomian Sumatera bagian barat
5. Pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia
6. Penduduk heterogen terbuka bagi pendatang
7. Memiliki Badan Pelayanan Perizinan Terpadu

 

 

Kantor Walikota:
Jl. Kapt. Maulana Lubis No. 2 Medan

Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan:
Jl. Jend. A.H. Nasution No. 32 Lt. 2 Medan