Pengembangan RSUD dr. Pirngadi

Seiring dengan perkembangan peran penting Kota Medan sebagai daerah metropolitan dan gerbang barat Sumatera, Kota Medan diharapkan untuk dapat memenuhi tuntutan dalam menyediakan layanan kesehatan yang layak bagi masyarakat luas. BPS mencatat jumlah penduduk Kota Medan pada tahun 2010 sebesar 2,1 juta jiwa, namun jika melihat penduduk komuter maka diperkirakan ada 2,6 juta jiwa yang ada di Kota Medan setiap harinya. Ini belum ditambah penduduk di kabupaten/kota di sekitar Medan yang berpeluang untuk mencari layanan kesehatan di Kota Medan.

RSUD Dr. Pirngadi sendiri harus menghadapi persaingan dengan beberapa rumah sakit di dalam kota seperti RS Columbia Asia, RS Murni Teguh Memorial, RS Siloam dan RSUP H. Adam Malik yang merupakan satu-satunya rumah sakit kelas A di wilayah ini dengan kapasitas 482 tempat tidur, menerima pasien dari tiga provinsi, dan dikelola langsung oleh Kementerian Kesehatan. Di samping itu, rumah sakit di Penang dan Singapura juga menjadi pesaing utama yang menjadi pilihan warga Sumatera Utara untuk layanan perobatan tingkat lanjutan.

Dengan demikian, RSUD Dr. Pirngadi perlu untuk memperkuat fungsinya sebagai rumah sakit umum, dan pada saat yang sama, meningkatkan kinerja keuangannya untuk dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Untuk mencapai hal ini, Proyek “Pembangunan dan Perluasan Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan” telah mulai diinisiasi oleh Pemerintah Kota Medan. Proyek ini memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Membangun “New Wing” untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien swasta, dengan menyediakan pelayanan medis canggih, kenyamanan dan kemudahan dibandingkan dengan layanan yang sekarang ada.
  2. Renovasi fasilitas rumah sakit yang ada untuk “mengintegrasikan” dengan New Wing dengan cara meningkatkan efisiensi dan kapasitas dalam melayani pasien BPJS.
  3. Memperkuat kapasitas operasional rumah sakit dengan membawa masuk keahlian swasta di bidang-bidang seperti manajemen fasilitas dan peralatan medis, maupun pengadaan / pemeliharaan.

Untuk mendanai proyek, telah dilakukan studi kelayakan pelaksanaan proyek dengan pendanaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public-Private Partnership (KPBU/PPP) menggunakan skema Availability Payment (AP). Studi dilakukan berdasarkan dukungan dari bantuan teknis Japan International Cooperation Agency (JICA) Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas Support Facility (KPPIP-SF), dengan pengawasan dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kementerian Keuangan, Pemerintah Kota Medan dan Manajemen Rumah Sakit Pirngadi. Studi awal (Outline Business Case) untuk proyek ini telah dimulai pada tahun 2011 dengan nama “Studi Kelayakan Pembangunan Gedung VIP RSUD Dr.Pirngadi Kota Medan” yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan, kemudian dilengkapi dengan kajian “OBC Supplementary Study” yang dilakukan oleh JICA KPPIP-SF dan kajian “OBC Review” yang dilakukan kembali oleh Pemerintah Kota Medan pada tahun 2017. Tim JICA telah memfasilitasi beberapa sesi diskusi baik formal maupun informal bersama dengan Pemerintah Kota Medan dan RS Pirngadi sejak Januari sampai dengan Mei 2016.

hospital2Ilustrasi Rumah Sakit Modern

Hasil market sounding yang dilakukan bersama BKPM pada Agustus lalu cenderung positif. Investor swasta yang potensial menunjukkan minat yang kuat untuk pelaksanaan proyek. Kuncinya adalah membangun mekanisme yang kredibel untuk pembayaran AP tahun jamak.

Adalah sangat penting untuk mengintegrasikan wing baru dengan operasional rumah sakit di bangunan yang ada sekarang. Hal ini dilakukan dengan tetap menjamin kenyamanan dan kemudahan bagi pasien swasta yang harus dicapai tanpa mengorbankan biaya modal yang tinggi dan tanpa mengurangi efisiensi operasional.

Untuk pelaksanaan proyek pengembangan ini, maka dibutuhkan peran swasta antara lain untuk pembiayaan belanja modal, desain fasilitas dan konstruksi, jasa manajemen fasilitas, operasional non-medis untuk meningkatkan kualitas layanan/efisiensi, bekerjasama dengan manajemen rumah sakit dan memberikan dukungan peningkatan kapasitas, sesuai dengan yang diperlukan.

Berdasarkan informasi OBC Awal tahun 2011, lokasi pembangunan gedung VIP private wing RSUD Pirngadi berada di Jl. Thamrin, kelurahan Perintis Kemerdekaan Kecamatan Medan Timur. Tanah yang akan digunakan adalah sebesar 10.000 m2 dan luas bangunan sebesar 10296 m2. RSUD Dr Pirngadi ini direncanakan dibangun dalam 9 lantai yang terdiri dari 2 lantai basement dan 7 lantai bangunan rumah sakit.

Total biaya pembangunan New Wing dan renovasi bangunan yang ada diperkirakan sebesar Rp 366 miliar. Total biaya peralatan medis berkisar antara Rp 180 miliar dan biaya operasional sebesar Rp 123 miliar per tahun. Sementera perkiraan pendapatan per tahun sebesar Rp 13-25 miliar. Masa konstruksi diperhitungkan selama 2 tahun dan masa operasional selama 10 tahun.

Sumber: Kajian Outline Business Case Pemerintah Kota Medan, 2017

Catatan: Artkel ini merupakan informasi awal. Data-data yang tertera masih dapat berubah sesuai hasil kajian studi kelayakan yang sedang dikerjakan