Promotions-1024x512

Apa Itu Promosi Daerah?

Apa Itu Promosi Daerah?

Latar Belakang

Kondisi perekonomian suatu negara dapat dibaca dari beberapa indikator seperti: Produk Domestik Bruto (PDB), Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, Kesempatan Kerja dan Pengangguran. Indikator-indikator ini juga dapat digunakan untuk melihat kondisi perekonomian di suatu daerah, dimana produk yang dihasilkan daerah dikenal dengan istilah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

PDRB adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan suatu daerah dalam satu periode tertentu (biasanya satu tahun) yang digambarkan dengan nilai rupiah. Sementara Pertumbuhan Ekonomi Daerah adalah kenaikan PDRB dalam kurun waktu tertentu (Arsyad, 2000) dan inflasi adalah kenaikan harga-harga secara keseluruhan dan terus-menerus.

Penanaman modal (investasi) sendiri adalah salah satu komponen dari pendapatan. Dalam pemahaman ekonomi makro, investasi berkorelasi positif terhadap PDB yang artinya jika investasi naik maka PDB juga cenderung naik, demikian pula sebaliknya. Hal yang sama tentu berlaku pada sektor yang lebih kecil, yaitu daerah. Investasi juga akan mempengaruhi PDRB yang kemudian berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Investasi memberikan efek berantai atau yang disebut juga dengan efek pengganda (multiplier effect) terhadap perekonomian yang cukup besar dengan mendorong sektor riil melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja yang kemudian dapat menurunkan kesenjangan antar wilayah. Segala sumber daya yang ada pada suatu daerah hanya dapat dikelola menjadi kekuatan ekonomi riil jika ada investasi.

Investasi dapat didatangkan jika investor merasa tertarik dengan proyek yang ditawarkan. Ketertarikan ini merupakan sebuah kesimpulan dari pertimbangan berbagai faktor yang mempengaruhi jalannya investasi itu sendiri. Keynes menyebutkan bahwa investasi dipengaruhi oleh tingkat bunga, keadaan ekonomi masa kini, ramalan perkembangan di masa yang akan datang, luasnya perkembangan teknologi yang berlaku, tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya serta keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan. Di luar itu, secara empiris dapat pula dirumuskan bahwa investasi dipengaruhi oleh regulasi, bahan baku, sumber daya manusia, kemudahan berusaha, stabilitas pekerja dan keamanan.

Bagaimana daerah dapat memaksimalkan faktor-faktor yang dapat dikendalikannya untuk menjadi alat pemasaran yang menarik, adalah tantangan sebenarnya dalam bidang investasi. Tak berbeda halnya dengan pemasaran produk. Mustahil sebuah produk dapat sukses di pasaran jika kualitasnya buruk dan harganya mahal. Oleh karena itu wajib bagi daerah untuk terlebih dahulu melakukan penguatan sektor infrastruktur, energi, birokrasi, regulasi, kepastian hukum, stabitilas sosial dan keamanan baru menyiapkan strategi pemasaran. Namun mengingat tugas pokok dan fungsi Bidang Promosi Penanaman Modal, maka uraian ini akan berfokus pada topik promosi investasi sebagai satu bagian dari pemasaran daerah.

 

Pemasaran Daerah

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi dalam rangka pencapaian visi dan misi Pemerintah Kota Medan agar selaras dengan arah kebijakan instansi vertikal, DPMPTSP Kota Medan perlu mengadopsi pendekatan Customer-driven yaitu bertolak pada kebutuhan stakeholder. Perubahan global dalam pergerakan ekonomi, persaingan regional yang semakin terbuka, dan dukungan sistem desentralisasi yang melahirkan otonomi daerah, menuntut kreativitas daerah dalam membangun wilayahnya dengan meninggalkan pola birokrasi yang terkesan kaku dan top-down (kebijakan yang dirumuskan dari atas). Pemasaran pun menjadi senjata penting dalam upaya menarik investasi untuk pembangunan daerah.

Menurut Kertajaya (2005), target pasar suatu daerah terdiri dari tiga kelompok yaitu pertama, penduduk dan masyarakat daerah tersebut, kedua, Trader, Tourist, dan Investor (TTI) baik dari dalam dan luar negeri, dan ketiga adalah Talent (SDM yang berkualitas), Developer (pengembang), dan Organizer (penyelenggara/ pelaksana kegiatan) dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam membangun keunggulan bersaing daerah. Namun kemudian Rehman (2010) menambahkan bahwa sebagai pelengkap atau pendukung dari daya saing tersebut adalah informasi, yaitu sistem informasi pemasaran yang terpadu, karena informasi merupakan salah satu unsur strategis dalam meningkatkan kinerja perekonomian suatu daerah. Catatan pertama yang perlu diingat adalah bahwa investor merupakan satu bagian dari target pasar suatu daerah meski aktivitas pemasaran daerah itu sendiri tidak dapat dilakukan secara parsial terhadap ketiga target tersebut.

target-pasar-daerah-web

Menurut Kotler (2009), pemasaran (marketing) adalah suatu proses sosial dan manajerial yang dilakukan oleh individual maupun kelompok dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui suatu proses penciptaan dan pertukaran produk dan nilai dengan pihak lain. Dapat diartikan bahwa pemasaran adalah upaya untuk menukar suatu produk yang dimiliki satu pihak dengan nilai yang dipunyai pihak lain dimana seharusnya kedua pihak mencapai kepuasan.

Masih merujuk pada teori pemasaran, untuk menerapkan pemasaran yang efektif perlu dilakukan strategi marketing mix, yaitu kombinasi variabel-variabel pemasaran yang dikendalikan dan digunakan organisasi untuk mencapai tingkat penjualan yang ditargetkan (Kotler, 2009). Marketing mixitu terdiri dari product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion(promosi). Dengan demikian, sebagai catatan kedua yang perlu diingat adalah bahwa promosi merupakan satu bagian di dalam kegiatan pemasaran.

Target kunci percepatan pembangunan daerah adalah residents (penduduk), visitors (pengunjung/turis), new business (usaha baru), dan investments(investasi). Untuk dapat menarik keempat target tersebut maka daerah harus memiliki daya tarik di mata residents (penduduk), visitors (pengunjung/turis), traders (pebisnis), dan investors (investor). Di sinilah pemasaran daerah diperlukan.

target-dan-daya-tarik-daerah-web

Pemasaran daerah menurut Kotler (2008) adalah suatu aktivitas yang dilakukan untuk mengembangkan empat kegiatan sebagai berikut:

  1. positioning dan image daerah yang kuat dan menarik;
  2. menetapan insentif yang menarik bagi customers dan calon customers;
  3. menyampaikan produk secara efisien;
  4. mempromosikan keunggulan daerah kepada customers secara meyakinkan.

 

Promosi Daerah

Sebagai salah satu bagian dari kegiatan pemasaran, promosi menurut Boone dan Kurtz (2002) adalah suatu proses menginformasikan, membujuk, dan mempengaruhi suatu keputusan pembelian. Sedang menurut Madura (2001), promosi adalah tindakan menginformasikan atau mengingatkan tentang spesifikasi produk atau merek. Sehingga pada konteks daerah, maka promosi daerah dapat diartikan sebagai proses menginformasikan dan mengingatkan stakeholder akan produk dan potensi daerah kemudian membujuk dan mempengaruhi stakeholder tersebut untuk melakukan pembelian atau berinvestasi.

Dalam teori pemasaran Kismono mengatakan bahwa perusahaan perlu menetapkan tujuan promosi yang akan membantu tercapainya tujuan perusahaan secara lebih luas (2001). Program-program promosi dapat didasarkan atas satu atau lebih tujuan berikut ini: Memberikan informasi, meningkatkan penjualan, menstabilkan penjualan, memposisikan produk, membentuk citra produk.

Setelah memahami pengertian promosi dan pemasaran tersebut, maka penulis merumuskan bahwa tujuan dari kegiatan promosi daerah dalam konteks penanaman modal adalah:

  1. Memberikan informasi potensi, peluang, dan prosedur investasi;
  2. Meningkatkan realisasi investasi;
  3. Membentuk dan mempertahankan citra daerah sebagai daerah yang potensial secara ekonomi, menarik dan nyaman untuk investasi;

 

Arah Kebijakan Umum Nasional

Dalam menentukan arah kebijakan penanaman modal daerah maka perlu terlebih dahulu diketahui dan dicermati arah kebijakan umum nasional 2014-2019 sebagai panduan utama, yakni:

  1. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.
  2. Meningkatkan Pengelolaan dan Nilai Tambah Sumber Daya Alam (SDA) yang Berkelanjutan.
  3. Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Untuk Pertumbuhan dan Pemerataan.
  4. Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup, Mitigasi Bencana Alam dan Penannganan Perubahan Iklim.
  5. Penyiapan Landasan Pembangunan yang Kokoh.
  6. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Rakyat Yang Berkeadilan.
  7. Mengembangkan dan Memeratakan Pembangunan Daerah.

 

Arah Kebijakan Penanaman Modal Indonesia

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Umum Penanaman Modal dan Peraturan Kepala BKPM Nomor 9 Tahun 2012 tentang Rencana Umum Penanaman Modal yang menjadi acuan dalam menyusun kebijakan yang terkait dengan kegiatan penanaman modal, maka pemerintah daerah perlu memperhatikan arah kebijakan nasional yang telah dirumuskan oleh BKPM, yakni sebagai berikut:

  1. perbaikan iklim penanaman modal;
  2. persebaran penanaman modal;
  3. fokus pengembangan pangan, infrastruktur, dan energi;
  4. penanaman modal yang berwawasan lingkungan;
  5. pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK);
  6. pemberian fasilitas, kemudahan dan/atau insentif penanaman modal; serta
  7. promosi penanaman modal.

 

Program dan Kegiatan Promosi Penanaman Modal

Setelah mengetahui dan mencermati arah kebijakan pemerintah pusat sebagaimana yang diuraikan diatas, maka instansi penanaman modal daerah dapat menyusun program dan kegiatan promosi penanaman modal daerah, tentunya seirama dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan oleh kepala daerah dan selaras dengan arah kebijakan BKPM yang menjabarkan arah kebijakan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Adapun hal-hal yang perlu diakomodir dalam dalam program dan kegiatan promosi penanaman modal adalah:

  1. Membangun citra (image) daerah sebagai tempat yang ramah dan kondusif terhadap dunia usaha;
  2. Merumuskan strategi promosi yang efektif dan tepat sasaran;
  3. Melaksanakan berbagai jenis kegiatan promosi untuk meningkatkan investasi seperti pameran, forum, kunjungan, talk show, seminar, business matchingroadshow, iklan;
  4. Penyediaan dan pelaksanaan promosi melalui media cetak seperti surak kabar, majalah, baliho, brosur, dan melalui media elektronik seperti website, media sosial, videotron, radio, dan televisi;
  5. Melakukan identifikasi dan pemetaan potensi investasi.

 

Ditulis oleh: Bergman Siahaan, SE (Kasi Sarana dan Prasaran Promosi)

 

Referensi:

  1. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Umum Penanaman Modal.
  2. Peraturan Kepala BKPM Nomor 9 Tahun 2012 tentang Rencana Umum Penanaman Modal.
  3. Rencana Strategis Badan Koordinasi Penanaman Modal Tahun 2015-2019.
  4. 2011. “Strategi Pemasaran Daerah Sebagai Upaya Meningkatkan Peluang Investasi di Kota Semarang”. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. 6 Februari 2018.
  5. Abdullah, Firdaus. “Daerah dan Kesuksesan Promosi Peluang Investasi”. Pusdiklat BKPM, Jakarta. 21 Februari 2018.
  6. Marantika, George Iwan. “Strategi Promosi Investasi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta”. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Immanuel Yogyakarta. 21 Februari 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *