Kepala BKPM Angkat Bicara Soal RI Peringkat 2 Terbaik Berinvestasi

Kepala BKPM Angkat Bicara Soal RI Peringkat 2 Terbaik Berinvestasi

JakartaDetik.com-Indonesia berada dalam posisi dua negara terbaik dunia untuk berinvestasi. Peringkat itu berdasarkan laporan dari U.S News yang mensurvei 21.000 orang tentang 80 negara berbeda.

Menanggapi hal itu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan bahwa Indonesia telah mendapatkan kepercayaan investor sebagai negara yang baik dalam berinvestasi. Sebab, pemerintah terus melakukan berbagai berbagai perbaikan dalam hal investasi.

“Kita sudah berhasil merebut kepercayaan investor bahwa trennya akan terus membaik secara konsisten,” kata Thomas di kantornya, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Thomas mengatakan dalam berinvestasi, investor bakal melihat kondisi yang potensial untuk masa depan. Indonesia yang terus melakukan perbaikan ini dinilai jadi satu target kawasan yang potensial dan menjanjikan untuk berinvestasi.

“Jadi apa yang paling menjanjikan, bukan katakanlah sekarang ada destinasi investasi yang super cantik dan semuanya serba lancar tapi trennya turun, ngapain orang investasi ke sana. Atau destinasi investasi yang masih sedikit berantakan, tapi trennya jelas terus membaik secara konsisten,” katanya.

Walaupun terkesan lamban, kata Thomas, namun pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan secara konsisten. Konsistensi perbaikan itulah yang dilihat oleh para investor.

“Memang kadang-kadang rasanya lamban, tapi secara konsisten terus membaik. Tapi yang dicri investor itu masalah logika, strategi ekonomi yang masuk akal,” jelasnya.

Terlebih, kata Thomas, pemerintah terus menggenjot berbagai pembangunan infrastruktur yang ada, contohnya di sektor pariwisata. Indonesia yang terus membenahi berbagai infrastruktur seperti pada bandar udara mampu menarik jumlah wisatawan terus bertambah.

Langkah-langkah itu tentunya membuat Indonesia memiliki daya tarik untuk para investor.

“Tidak mungkin lonjakan jumlah wisatawan terjadi kalau tiga tahun yang lalu kita tidak membenahi infrastruktur bandara, infrastruktur telekomunikasi supaya orang bisa selfie, wefie, video blog, langsung mengupload ke media sosial. Jadi infrastruktur itu sangat-sangat fundamental, contoh perencana atau strategi ekonomi yang sangat masuk akan dan diligat investor,” tuturnya. (dna/dna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *